Istilah-Istilah Umum dalam Industri Penerjemahan (Bagian Pertama)

Oleh: Eki Qushay Akhwan 
Penerjemah Ultimaa

Diakui atau tidak, penerjemahan merupakan sebuah industri yang cukup signifikan besarannya. Data yang dikeluarkan oleh gala-global.org, misalnya, menyebutkan bahwa pada tahun 2016, omzet total industri bahasa (di mana penerjemahan dan pelokalan merupakan bagian utama di dalamnya) secara global diperkirakan berada pada angka 40 miliar dolar AS. Angka itu akan terus tumbuh dan diperkirakan akan mencapai kisaran angka 45 miliar dolar AS pada tahun 2020 dengan tingkat pertumbuhan diperkirakan antara 6,5 hingga 7,5 persen per tahun hingga tahun 2018. Angka-angka yang luar biasa bukan?

Sebagai sebuah industri, industri penerjemahan dan pelokalan memiliki istilah-istilahnya sendiri untuk menamai bidang-bidang atau sektor-sektor yang menjadi lahan garapannya. Berikut ini adalah beberapa istilah itu:

 

Agen Penerjemahan (Translation Agency)

Agen penerjemahan adalah agen yang menyediakan jasa penerjemahan dan mengelola proyek-proyek penerjemahan bagi klien. Istilah-istilah lain yang seringkali juga dipakai untuk menyebut agen penerjemahan adalah perusahaan penerjemahan atau agen pelokalan (localization agency). Agen penerjemahan biasanya juga menyediakan jasa penjurubahasaan (interpreting) dan layanan-layanan kebahasaan lain seperti penerjemahan situs web, perangkat lunak, dan aplikasi.

Meskipun istilah agen penerjemahan merupakan istilah yang masih umum dipakai hingga kini, sekarang ada istilah baru yang semakin populer penggunaannya di kalangan industri penerjemahan untuk menyebut agen penerjemahan, yaitu Penyedia Jasa Bahasa atau Language Service Provider (LSP).

Agen penerjemahan, perusahaan penerjemahan, agen pelokalan, atau penyedia jasa bahasa bisa berbentuk perusahaan (CV, PT) atau rekan (partners) seperti dalam sebuah firma hukum.

Penerjemahan, Penjurubahasaan, dan Penerjemahan di Tempat

Penerjemahan adalah perbuatan menerjemahkan makna dari suatu bahasa (bahasa sumber) ke bahasa lain (bahasa sasaran). Secara lebih spesifik, penerjemahan mengacu pada perbuatan menerjemahkan teks tertulis. Untuk penerjemahan lisan, istilah yang digunakan adalah penjurubahasaan (interpreting). Selain kedua istilah itu, ada juga istilah penerjemahan di tempat (sight translation). Penerjemahan di tempat dilakukan oleh seorang juru bahasa (interpreter) ketika dia diminta untuk menerjemahkan teks tertulis secara lisan dan langsung dengan membacakannya dalam bahasa sasaran.

Copywriting atau Transkreasi

Tugas seorang penerjemah adalah menerjemahkan secara tepat konten dalam bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Sebagaimana dibahas dalam tulisan saya sebelumnya, seorang penerjemah profesional tidak diperbolehkan menambah, mengurangi, atau memanipulasi pesan di dalam bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Karena keterikatan etik seperti itu, seorang penerjemah tidak bisa mengubah atau menyesuaikan pesan atau konten di dalam bahasa sumber secara kreatif ke dalam bahasa sasaran. Padahal, dalam situasi-situasi tertentu, seperti proyek-proyek penerjemahan multilingual yang berkaitan dengan pemasaran atau teks-teks persuasif, yang diperlukan justru adalah pembuatan copywriting. Dalam situasi seperti itulah muncul apa yang disebut dengan transkreasi (transcreation).

Transkreasi adalah menuliskan kembali teks yang diterjemahkan agar pesan yang terdapat di dalamnya menjadi lebih persuasif dan secara kultural lebih tepat dan berterima di lingkungan bahasa dan budaya sasaran. Kadang-kadang, bahasa dan budaya sasaran sangat berbeda dengan bahasa dan budaya sumber sehingga teks yang diterjemahkan dari bahasa sumber harus ditulis ulang sedemikian rupa agar suatu teks pemasaran, misalnya, menjadi lebih persuasif di dalam bahasa sasaran. Inilah yang disebut sebagai transkreasi.

Dengan definisi seperti itu, konsep transkreasi berkait erat dengan konsep copywriting, yaitu penulisan konten yang bersifat persuasif – biasanya untuk tujuan iklan atau pemasaran – yang akan dipublikasikan di media cetak, elektronik, mapupun media dalam jaringan (daring, online).

Pelokalan (localization)

Pelokalan (disebut juga sebagai L10n) adalah “proses penyesuaian suatu produk atau konten ke dalam suatu lokal atau pasar tertentu” (gala-global.org). Pelokalan melibatkan penerjemahan. Namun, penerjemahan bukanlah satu-satunya unsur di dalam proses pelokalan. Sebagaimana disebutkan oleh rujukan di atas, pelokalan melibatkan hal-hal lain, seperti:

  • menyesuaikan grafik ke pasar yang menjadi tujuan
  • memodifikasi konten agar sesuai dengan selera dan kebiasaan konsumsi pasar-pasar lain
  • menyesuaikan desain dan tata letak agar teks terjemahan dapat ditempilkan dengan baik
  • mengubah (mata uang, satuan ukuran) agar sesuai dengan kebutuhan lokal
  • menggunakan format lokal untuk penulisan tanggal, alamat, dan nomor telepon
  • melalukan penyesuaian dengan peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan hukum setempat

Tujuan pelokalan adalah untuk memberikan warna dan rasa lokal pada suatu produk.

Internasionalisasi (Internationalization)

Sebagai sebuah proses, internasionalisasi dapat dianggap sebagai pasangan dari pelokalan. Internasionalisasi (disebut juga dengan kependekannya I18N) secara sederhana dapat didefinisikan sebagai proses perancangan produk atau jasa sedemikian rupa agar produk atau jasa tersebut dapat disesuaikan dengan mudah ke dalam bahasa, budaya, atau wilayah tertentu tanpa melakukan perubahan-perubahan mendasar atas rancangan teknis dasarnya. Dengan kata lain, internasionalisasi adalah proses yang memudahkan terjadinya pelokalan.

Dengan definisi seperti itu, internasionalisasi sebenarnya tidak secara langsung termasuk ke dalam ranah tugas penerjemah. Namun internasionalisasi adalah proses yang memudahkan tugas penerjemah. Dalam proses perancangan suatu perangkat lunak, misalnya, internasionalisasi memisahkan desain program dengan proses pengembangan dokumentasinya sehingga ketika dokumentasi tersebut perlu diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain, penerjemah tidak perlu masuk ke dalam kode sumber program.

Globalisasi

Dalam konteks industri bahasa dan penerjemahan, globalisasi (disebut juga dengan kependekannya G11n) mengacu pada “proses-proses dalam pengertian luas yang diperlukan untuk menyiapkan dan meluncurkan  produk dan kegiatan secara internasional” (gala-global.org). Di dalam konsep globalisasi tercakup proses internasionalisasi dan pelokalan yang merupakan bagian dari komunikasi multibahasa yang diperlukan dalam menyiapkan dan meluncurkan produk dan kegiatan ke kancah antarbangsa.

Demikian bagian pertama tulisan ini. Pada bagian berikutnya, saya akan mencoba mengulas lagi istilah-istilah lain yang berkaitan dengan industri penerjemahan dan pelokalan. Ikuti blog ultimaa.net agar Anda dapat terus mengikuti perkembangan terkini industri penerjemahan.