Penyuntingan dan Penyelarasan Akhir, Apa Bedanya?

Beberapa klien Ultimaa  bertanya, apa perbedaan penyuntingan (editing) dan penyelasaran akhir (proofreading atau proofing)? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami menulis artikel ini.

Dalam dunia tulis-menulis dan penerbitan, penyuntingan adalah proses pertama yang harus dilalui setelah sebuah  naskah selesai ditulis. Sedangkan penyelarasan akhir adalah proses terakhir sebelum suatu naskah diterbitkan atau dilepas kepada pembaca. Dari sisi ini saja, penyuntingan dan penyelarasan akhir jelas merupakan dua langkah yang berbeda dalam proses pengolahan naskah.

Namun bukan itu saja perbedaan penyuntingan dan penyelarasan akhir. Cakupan pekerjaan dalam kedua langkah itu juga berbeda. Berikut ini penjelasannya.

Penyuntingan

Penyuntingan secara umum adalah proses yang dilakukan untuk memperbaiki keterbacaan dan kualitas naskah. Untuk mencapai tujuan tersebut, ada tiga hal yang dilakukan oleh seorang editor atau penyunting naskah, yaitu (1) memeriksa struktur naskah, (2) menyunting bahasa dan gaya penulisan dan (3) memeriksa penyajiannya.

Pemerikasaan Struktur Naskah

Seorang penyunting memeriksa struktur naskah untuk memastikan bahwa naskah tersebut lengkap informasinya, lengkap unsur-unsurnya, serta tersusun sedemikian rupa sehingga naskah tersebut dapat dibaca dan diikuti alurnya oleh pembaca dengan mulus tanpa menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu proses pembacaannya.

Sebagai pembaca kita barangkali pernah membaca suatu tulisan yang informasinya tak lengkap atau ada bagian yang terlewatkan sehingga kita dibuat bertanya-tanya apa maksud dari penulis. Hal itu tentu sangat mengganggu, bahkan bisa membuat kita tak lagi berminat melanjutkan membaca tulisan tersebut.

Selain kelengkapan informasi, hal lain yang diperiksa oleh penyunting pada tahap ini adalah kelengkapan unsur-unsur yang mempermudah pembaca memahami isi tulisan, seperti daftar isi, ilustrasi, glosarium, rujukan, serta alur logika struktur naskah itu sendiri .

Penyuntingan Bahasa dan Gaya Penulisan

Penyuntingan bahasa dan gaya penulisan dilakukan pertama-tama untuk memastikan bahwa bahasa yang dipakai sudah sesuai dengan jenis publikasi dan pembaca yang menjadi sasaran tulisan. Bahasa yang dipakai untuk naskah ilmiah, seperti jurnal, tesis atau disertasi, misalnya, memiliki konvensi-konvensinya sendiri yang tidak sama dengan bahasa yang dipakai untuk tulisan di surat kabar, majalah, atau bahkan buku. Ketika melakukan penyuntingan terhadap suatu naskah ilmiah, seorang penyunting tentu tidak akan membiarkan penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan konvensi naskah yang disuntingnya.

Selain memeriksa dan menyunting kesesuaian bahasa yang dipakai dengan jenis publikasi dan sasaran pembacanya, penyunting juga akan memeriksa penggunaan bahasa yang memengaruhi efektivitas komunikasi dan menghambat keterbacaan. Hal-hal seperti alur logika yang tidak runtut, ambiguitas makna, pengulangan yang tidak perlu, susunan kalimat yang janggal, pleonasme (redundasi) dan kontradiksi akan menjadi objek penyuntingan sang penyunting. Konsistensi nada dan gaya penulisan juga akan mendapat perhatian khusus dari penyunting pada tahap ini karena nada dan gaya penulisan yang tidak konsisten akan menyebabkan naskah menjadi tidak ramah pembaca.

Karena cakupan tugasnya yang demikian, seorang penyunting tidak hanya dituntut untuk menguasai ketrampilan berbahasa, namun juga memiliki pengetahuan khusus yang sesuai dengan subjek tulisan yang disuntingnya. Ini terutama berlaku untuk penyuntingan naskah-naskah bidang spesialis yang tidak dapat dikuasai kecuali oleh orang-orang yang telah memperoleh pendidikan khusus di bidang tersebut.

Pemeriksaan Penyajian

Pada tahap ini seorang penyunting berupaya memastikan bahwa naskah telah tersaji secara jelas dan efektif. Ia akan memeriksa apakah judul dan subjudul telah sesuai dengan isinya; ilustrasi, tabel, angka-angka dan rujukan telah sesuai dan ditempatkan pada tempat yang semestinya; dan penjelasan atas istilah, simbol dan singkatan telah ditempatkan sebagaimana mestinya di dalam teks maupun di glosarium.

Penyelarasan Akhir

Seperti disebutkan di awal tulisan ini, penyelarasan akhir adalah proses yang dilakukan terhadap draf akhir suatu naskah setelah proses penyuntingan dilakukan. Tujuan penyelarasan akhir adalah untuk memastikan bahwa naskah yang bersangkutan tidak mengandung kesalahan sama sekali. Seorang penyelaras akhir akan memusatkan perhatiannya pada kesalahan ejaan, ketidaktepatan penggunaan tanda baca, kesalahan cetak, dan kesalahan-kesalahan minor tata bahasa yang luput dari perhatian penyunting.

Dari penjelasan di atas, tampak bahwa cakupan pekerjaan penyuntingan lebih luas ketimbang pekerjaan penyelarasan akhir. Namun demikian perlu dicatat bahwa kadang-kadang beberapa bagian pekerjaan penyuntingan juga ditangani oleh penyelaras akhir, khususnya bagian pemeriksaan penyajian. Sebaliknya, pekerjaan penyelarasan akhir juga dapat dikerjakan sekaligus oleh penyunting, terutama untuk pekerjaan-pekerjaan yang berskala kecil.

Di Ultimaa, pekerjaan penyuntingan dan penyelarasan akhir dianggap sebagai dua pekerjaan yang terpisah dengan tarif yang terpisah pula. Namun untuk pekerjaan-pekerjaan berskala kecil (kurang dari 30.000 kata), kami mengambil kebijakan bahwa tarif pekerjaan penyelarasan akhir mencakup juga pekerjaan pemeriksaan penyajian (pekerjaan penyuntingan bahasa dan gaya bahasa tetap dianggap sebagai pekerjaan terpisah dan dikenakan tarif terpisah).

Ringkasan

Dari tulisan di atas, dapat disimpulkan bahwa pekerjaan seorang penyunting mencakup hal-hal berikut:

  • Memeriksa dan menyunting kelengkapan informasi dan unsur-unsur naskah;
  • menyunting retorika, kalimat dan alinea agar naskah lebih mengalir dan mudah dibaca (ramah pembaca);
  • menggunakan pengetahuan spesialis yang dimilikinya untuk memperbaiki kualitas naskah dan memperjelas isi naskah.

Sedangkan pekerjaan penyelaras akhir mencakup hal-hal berikut:

  • Memeriksa dan mengoreksi ejaan, kapitalisasi dan tanda baca, kesalahan cetak dan kesalahan-kesalahan minor tata bahasa; dan
  • memastikan sedapat mungkin bahwa naskah sama sekali terbebas dari kesalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *